Senin, 23 Januari 2012

Aku dan bintang- peterpan chord


Intro: C Gsus2 C Gsus2 Am C F C G
Verse 1
C G Am
Lihat ke langit luas
C G Am
Dan semua musim terus berganti
C G Am
Tetap bermain awan
F C G
Merangkai mimpi dengan khayalku
F C G
Selalu bermimpi dengan hariku

C G Am
Pernah kau lihat bintang
C G Am
Bersinar putih penuh harapan
C G Am
Tangan halusnya terbuka
F C G
Coba temani, dekati aku
F C G
Selalu terangi gelap malamku
Reff :
F C
Dan rasakan semua bintang
Am C F
Memanggil tawamu terbang ke atas
C Am G
Tinggalkan semua, hanya kita dan bintang
Interlude : C G Am x2
Back to : Verse 1 and Reff
Interlude : F C Am C F C Am G
Back to : Reff
F C
Yang terindah meski terlupakan
Am C F
Dan selalu terangi dunia
C Am G
Mereka reka hanya aku dan bintang

Lirik lagu Peterpan Tak Ada Yang Abadi

Takkan selamanya tanganku mendekapmu
Takkan selamanya raga ini menjagamu
Seperti alunan detak jantungku

Tak bertahan melawan waktu
Semua keindahan yang memudar
Atau cinta yang telah memudar

Reff:
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi

Biarkan aku bernafas sejenak
Sebelum hilang

Tak kan selamanya tanganku mendekapmu
Tak kan selamanya raga ini menjagamu
Jiwa yang lama segera pergi
Bersiaplah para pengganti
Back to Reff

Lirik lagu Peterpan Walau Habis Terang

Ku terbiasa tersenyum tenang
Walau aaaa.. hatiku menangis
Kaulah cerita tertulis dengan pasti
Selamanya dalam pikiranku
Lupakan semua tinggalkan ini

Ku ‘kan tenang dan kau ‘kan pergi
Berjalanlah walau habis terang
Ambil cahaya cinta ku terangi jalanmu

Di antara beribu lainnya
Kau tetap
Kau tetap
Kau tetap benderang

Lirik lagu Peterpan Cobalah Mengerti

Aku tak kan
Pernah berhenti
Akan terus berfikir
Bila harus memaksa
Atau berdarah untukmu
Apapun itu asalkan
Mencoba menerimaku
Dan kamu hanya
Perlu terima
Dan tak harus memahami
Dan tak harus berfikir
Hanya perlu mengerti
Aku bernafas untukmu
Jadi tetaplah di sini
Dan mulai menerimaku
Chorus:
Cobalah mengerti
Semua ini mencari arti
Selamanya takkan berhenti
Inginkan rasakan
Rindu ini menjadi satu
Biar waktu memisahkan
 

Lirik Lagu Peter Pan Yang Terdalam

Kulepas semua yang ku inginkan
Tak akan ku ulangi
Maafkan jika kau kusayangi
Dan bila kumenanti

Pernahkah engkau coba mengerti
Lihatlah ku disini
Mungkinkah jika aku bermimpi
Salahkah tuk menanti
reff: Takkan lelah aku menanti
Takkan hilang cintaku ini
Hingga saat kau tlah kembali
Kan kukenang di hati saja
Kau telah tinggalkan
Hati yang terdalam
Hingga tiada cinta
Yang tersisa di jiwa

Menghapus Jejakmu - Peterpan

terus melangkah melupakanmu
lelah hati perhatikan sikapmu
jalan pikiranmu buatku ragu
tak mungkin ini tetap bertahan
perlahan mimpi terasa mengganggu
kucoba untuk terus menjauh
perlahan hatiku terbelenggu
kucoba untuk lanjutkan hidup
reff:
engkau bukanlah segalaku
bukan tempat tuk hentikan langkahku
usai sudah semua berlalu
biar hujan menghapus jejakmu
terus melangkah melupakanmu
lelah hati perhatikan sikapmu
jalan pikiranmu buatku ragu
tak mungkin ini tetap bertahan
perlahan mimpi terasa mengganggu
kucoba untuk terus menjauh
perlahan hatiku terbelenggu
kucoba untuk lanjutkan hidup
repeat reff
bridge:
lepaskanlah segalanya
lepaskanlah segalanya
repeat reff

Beberapa Masjid Di Makkah

Beberapa Masjid yang ada di kota Makkah. Mudah-mudahan dengan melihat masjid ini dapat menambah kecintaan kita kepada Kota Makkah.

1. Ka’bah (Al-Masjid Al-Haraam)

Masjid Al-Haram
Merupakan sebuah rumah yang didirikan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, rumah pertama yang dibangun yang dipersembahkan untuk peribadatan kepada Allah Ta’ala dan sebagai pusat Agama Islam di seluruh dunia, menarik kunjungan berjuta-juta manusia dari segala penjuru dunia setiap tahunnya. Tak jauh, terdapat sumber mata air Zamzam, sebagaimana juga lembah Safaa’ dan Marwaa’.
Seorang penduduk Makkah memberikan pendapatnya tentang Masjid ini:
… setiap saat dikala saya ingin keluar dari tekanan beban hidup, Ka’bah selalu hadir setiap saat hingga malam! Sangat damai – terkadang yang anda dengar hanyalah suara langkah kaki pada lantai yang dingin.

2. Masjid Ibn Baaz

Masjid Syaikh Ibnu Baaz
Dibangun tahun 1419H, Masjid ibn Baaz (rahimahullah) berdiri di tepi barat Distrik ‘Aziziyyah. Dari luar terlihat sangat high-tech, namun sebenarnya aktifitas di dalamnya tidaklah begitu. Telah bertahun-tahun para pelajar memberikan ceramahnya di masjid ini. Syaikh Rabi’ Al-Madkhali mengisi ceramah rutin, begitu juga Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Alu-Syaikh mengisi ceramah jika ia sedang berada di Kota Makkah.

3. Masjid Faqiih

Masjid Faqiih
Dibangun oleh seorang pengusaha asal Mesir, masjid ini ditemukan di tengah Distrik Aziziyyah. Merupakan daerah yang dikenal sebagai tuan rumah yang dermawan bagi para pelajar pemegang beasiswa dan mengelola programnya dengan baik. Bila Syaikh Salih al-Fauzan sedang berada di kota ini, maka beliau akan memberikan ceramahnya di Masjid Faqiiih ini.

Masjid Nabawi

Masjid Nabawi, adalah salah satu mesjid terpenting yang terdapat di Kota MadinahArab Saudi karena dibangun oleh Nabi Muhammad saw. dan menjadi tempat makam beliau dan para sahabatnya. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang utama bagi umat Muslimsetelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjidil Aqsa di Yerusalem.

Sejarah

Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah saw., setelah Masjid Quba yang didirikan dalam perjalanan hijrah beliau dari Mekkah ke Madinah. Masjid Nabawi dibangun sejak saat-saat pertama Rasulullah saw. tiba di Madinah, yalah di tempat unta tunggangan Nabi saw. menghentikan perjalanannya. Lokasi itu semula adalah tempat penjemuran buah kurma milik anak yatim dua bersaudara Sahl dan Suhail bin ‘Amr, yang kemudian dibeli oleh Rasulullah saw. untuk dibangunkan masjid dan tempat kediaman beliau.[1][2]
Awalnya, masjid ini berukuran sekitar 50 m × 50 m, dengan tinggi atap sekitar 3,5 m[3]Rasulullah saw. turut membangunnya dengan tangannya sendiri, bersama-sama dengan para shahabat dan kaum muslimin. Tembok di keempat sisi masjid ini terbuat dari batu bata dan tanah, sedangkan atapnya dari daun kurma dengan tiang-tiang penopangnya dari batang kurma. Sebagian atapnya dibiarkan terbuka begitu saja. Selama sembilan tahun pertama, masjid ini tanpa penerangan di malam hari. Hanya di waktu Isya, diadakan sedikit penerangan dengan membakar jerami.[1]
Kemudian melekat pada salah satu sisi masjid, dibangun kediaman Nabi saw. Kediaman Nabi ini tidak seberapa besar dan tidak lebih mewah dari keadaan masjidnya, hanya tentu saja lebih tertutup. Selain itu ada pula bagian yang digunakan sebagai tempat orang-orang fakir-miskin yang tidak memiliki rumah.[1] Belakangan, orang-orang ini dikenal sebagai ahlussufah atau para penghuni teras masjid.
Setelah itu berkali-kali masjid ini direnovasi dan diperluas. Renovasi yang pertama dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab di tahun 17 H, dan yang kedua oleh Khalifah Utsman bin Affan di tahun 29 H. Di zaman modern, Raja Abdul Aziz dari Kerajaan Saudi Arabia meluaskan masjid ini menjadi 6.024 m² di tahun 1372 H. Perluasan ini kemudian dilanjutkan oleh penerusnya, Raja Fahd di tahun 1414 H, sehingga luas bangunan masjidnya hampir mencapai 100.000 m², ditambah dengan lantai atas yang mencapai luas 67.000 m² dan pelataran masjid yang dapat digunakan untuk salat seluas 135.000 m². Masjid Nabawi kini dapat menampung kira-kira 535.000 jemaah

Keutamaan Masjid Nabawi

Masjid Nabawi dari depan. Makam Nabi saw. terletak di bawah kubah hijau di sebelah kanan
Keutamaannya dinyatakan oleh Nabi saw., sebagaimana diterima dari Jabir ra. (yang artinya):
"Satu kali salat di masjidku ini, lebih besar pahalanya dari seribu kali salat di masjid yang lain, kecuali di Masjidil Haram. Dan satu kali salat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu kali salat di masjid lainnya." (Riwayat Ahmad, dengan sanad yang sah)[4]
Diterima dari Anas bin Malik bahwa Nabi SAW bersabda (yang artinya):
"Barangsiapa melakukan salat di mesjidku sebanyak empat puluh kali tanpa luput satu kali salat pun juga, maka akan dicatat kebebasannya dari neraka, kebebasan dari siksa dan terhindarlah ia dari kemunafikan."(Riwayat Ahmad dan Thabrani dengan sanad yang sah)[4]
Dari Sa’id bin Musaiyab, yang diterimanya dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda (yang artinya):
"Tidak perlu disiapkan kendaraan, kecuali buat mengunjungi tiga buah masjid: Masjidil Haram, masjidku ini, dan Masjidil Aqsa." (Riwayat Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)[5]
Berdasarkan hadis-hadis ini maka Kota Medinah dan terutama Masjid Nabawi selalu ramai dikunjungi umat Muslim yang tengah melaksanakan ibadah haji atau umrah sebagai amal sunah.